Ada Apa? Pengurus LSM GMBI Wilter Sul-Sel Baru Mendatangi Kantor BPDAS

Advertisement

Ada Apa? Pengurus LSM GMBI Wilter Sul-Sel Baru Mendatangi Kantor BPDAS

Radar Nusantara News Celebes
Rabu, Mei 22, 2024


RNNCelebes.com, Makassar

Sehubungan dengan informasi mengenai oknum yang mengaku sebagai Pengurus LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan, padahal sudah dibekukan sesuai SK Pembekuan No: 29/SK/DPP/LSM-GMBI/IV/2024.

Demikian diterbitkannya SK pengurus LSM GMBI yang baru dan telah dilantik di DPP pengurus LSM GMBI Wilter Sulsel yang resmi dan sah Dipimpin oleh Muh. Haenumar Krg. Muang dan Jajarannya Sesuai No : SK 30/SK/DPP/LSM-GMBI/IV/ 2024.

Jajaran Kepala Divisi LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan yang resmi langsung mengambil langkah melakukan klarifikasi kepada BPDAS Jeneberang Saddang , Senin 20 Mei 2024.

Ir. Walinono Haddade selaku Kepala Divisi Investigasi Wilter Sulawesi Selatan, Ex Offisio Ketua Distrik Kota Makassar mengatakan, bahwa Sadikin bukan lagi Ketua LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan, olehnya telah dilakukan pemberhentian melalui Maklumat Ketua Umum LSM GMBI dan Bukti Surat Keputusan (SK) No. 29/SK/ DPP/LSM.GMBI/IV/ 2024, tentang Penetapan pembekuan kepengurusan.

Adapun Dewan Pimpinan Wilayah teritorial LSM GMBI Sulawesi Selatan, yakni dengan kepemimpinan Drs. Sadikin digantikan Oleh Muh. Haenumar Krg Muang sebagai Ketua Wilter Sulsel LSM GMBI, tertanggal 25 April Thn 2024  dan berupa surat maklumat resmi dari Ketua umum terkait pemberhentian dan atau pemecatan kepada oknum pengurus sebelumnya. 

Mendengar informasi tersebut, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang Saddang, Abdul Azis, S.Hut.T., M.Sc, yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan belum tahu, jika di kubu LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan sedang terjadi pergantian kepengurusan. 

"kami akan setop semua kerja sama LSM GMBI Wilter Sulawesi selatan yang lama, silahkan masukkan SK surat keputusan nya . Dengan surat pemberitahuan Nanti kami akan tindak lanjuti surat dari LSM GMBI Wilter Sulawesi selatan yang baru" ujar Azis. 


Sementara itu, Abdul Azis, SE., selaku Sekretaris LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan menyampaikan, bahwa klarifikasi resmi mengenai informasi yang salah tersebut. Kami Sampaikan informasi yang jelas dan bukti-bukti yang mendukung klaim kami, bahwa oknum tersebut bukan lagi anggota pengurus LSM GMBI Sulsel", ungkap Abdul Azis, SE.

LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan telah memasukkan surat klarifikasi dan atau Audensi resmi yang menyatakan, bahwa oknum tersebut bukan lagi anggota pengurus LSM GMBI Wilter Sulsel dan telah diberhentikan sebagai ketua Wilter 
Seluruh perbuatan hukum sebagai Ketua Wilter tidak lagi mengikat dan tidak sah batal demi hukum bagi organisasi maupun pihak lain yang terkait.  Sebagaimana Yang tertuang Dalam SK No.29 /DPP/LSM GMBI/IV/2024. "Surat klarifikasi ini akan disampaikan kepada BPDAS sebagai bukti yang sah", ujar Abdul Azis. 

Mengutip, pernyataan Bapak Sekjen Dewan Pimpinan Pusat  LSM GMBI bahwa siapa saja Anggota  yang keluar dari Group  "Komando"  itu berarti sudah tidak siap ada di LSM GMBI", tegas Asep Rahmat, BA, SEKJEN DPP LSM GMBI.

Setelah melakukan klarifikasi, LSM GMBI Wilter Sul-Sel sudah melakukan follow-up dengan pihak BPDAS untuk memastikan, bahwa informasi yang benar telah tersampaikan dan dipahami dengan baik.

Dengan mengambil langkah-langkah tersebut, diharapkan klarifikasi resmi dari LSM GMBI Wilter Sul-Sel kepada BPDAS dapat membantu mengatasi kesalah pahaman dan melindungi reputasi organisasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dirinya menambahkan, bahwa kedepannya LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan akan dilengkapi surat tugas dan KTPA serta akan menarik kembali Atribut LSM GMBI yang tidak terdaftar. "Kita akan cabut atribut yang tidak terdaftar di LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan, tidak ada lagi yang boleh mengaku-mengaku pengurus LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan selain yang terdaftar di SK No.30/SK/DPP/LSM GMBI/IV/2024", ungkapnya.

"Jika oknum tersebut terus melakukan tindakan yang merugikan LSM GMBI, pihak LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan akan mengambil tindakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku", tegas Abdul Az.

( Rahmat )