Rapat Terbatas, Pj. Bupati Takalar: Penguatan Layanan Primer dan Rujukan Di Dinas Kesehatan

Advertisement

Iklan


 

Rapat Terbatas, Pj. Bupati Takalar: Penguatan Layanan Primer dan Rujukan Di Dinas Kesehatan

Radar Nusantara News
Jumat, Maret 22, 2024


RNNCelebes.com, Takalar

Dalam mengoptimalkan layanan primer dan rujukan, rapat terbatas dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Takalar di Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Kamis 21/03/2024.

Dalam rapat tersebut ada beberapa poin yang disampaikan oleh Pj. Bupati Takalar Dr. Setiawan Aswad, M.Dev, Plg., dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki kualitas dan layanan di Dinas Kesehatan. 

Dr. Setiawan dalam rapat menyampaikan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045, kesehatan dan pendidikan harus menjadi hal yang diutamakan dan dituntaskan, untuk itu kita harus mempersiapkan mulai dari sekarang.

"Salah satu yang menjadi PR kita di Takalar adalah masalah stunting, Dinas Kesehatan dapat bersinergi dengan PKK dalam menggenjot angka stunting agar dapat berkurang, selain itu juga bersinergi dalam pengelolaan anggaran serta kebiajakan dan kegiatan di Dinas Kesehatan", ujarnya.

Ditambahkan pula, pelayanan prima harus dimulai dari puskemas, untuk itu penguatan setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Takalar harus dilakukan, agar dapat membantu kerja rumah sakit, penerapan wilayah zonasi pelayanan kesehatan juga harus menjadi perhatian agar tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan pasien disalah satu RS atau puskesmas.

"Yang perlu juga menjadi perhatian yaitu bangunan primer yang dikuatkan mulai dari puskesmas hingga posyandu, saya harap tahun depan dapat dimulai dipersiapkan mulai dari sarana dan prasarananya", jelas Dr. Setiawan.

Pj. Bupati optimis, jika semua ini kita lakukan dengan maksimal, status RS Pratama bisa dinaikkan ke Type D.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nilal Fausiah menyampaikan, bahwa akan mengusulkan ke Kementerian mengenai pembangunan puskesmas di daerah mangarabombang untuk menopang kawasan industri dan diusulkan pula satu desa dan satu kelurahan itu satu pustu.

"Kita ingin, agar Takalar juga melahirkan seorang dokter, untuk itu akan dilakukan sosialisasi terkait beasiswa kedokteran dari Kementerian Kesehatan untuk siswa SMA yang ingin melanjutkan pendidikan kedokteran", ujar dr. Nilal.

( Rahmat )