Himbauan !!! Surat Edaran Kapolri, Tindakan Arogan Mata Elang/Debt Collector

Advertisement

Iklan


 

Himbauan !!! Surat Edaran Kapolri, Tindakan Arogan Mata Elang/Debt Collector

Radar Nusantara News
Selasa, Maret 26, 2024


RNNCelebes.com, Makassar 

Mata elang merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut agen penagih utang, yang bertugas untuk menagih pembayaran kredit kendaraan yang menunggak atau  belum lunas dari para konsumen atau peminjam.

Hal ini kerap kali terjadi, tindakan dilakukan pleasure si Mata elang atau Debt Collector melakukan tindakan diluar mekanisme prosedur aturan yang ditetapkan Undang-undang Fidusia. Olehnya itu membuat masyarakat (Konsumen) merasa sangat resah dengan sikap atau tindakan yang  dilakukan si Mata elang atau Debt Collector. 

Himbauan!!! Kapolri memerintahkan seluruh Kanit Res jajaran, Perintah Kapolda, agar Laksanakan giat Oprasi Premanisme, sasaran utama adalah, Mata elang atau Debt Collector untuk melaksanakan  Pendataan, dan Penindakan Hukum, menunggu jukrah dari Polda kegiatan yang dilakukan sebagai berikut dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu 24/03/2024.

Dirinya juga mengatakan, jika ditemukan adanya Mata elang atau Debt Collector amankan, geledah badan, bila ditemukan sajam segera Proses, bila tidak Panggil Pihak Leasingnya dan lakukan penghimbauan, agar tidak melakukan perampasan di jalan. Lakukan Pendataan terhadap pihak Leasing yang melibatkan Debt Collector dan jadikan atensi penanganan, tangkap, tahan, jo kan 55 56, kepada Pihak yg menyuruh, baik Perseorangan atau Leasing.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tegas mengatakan,  Laporkan kegiatan Debt Collektor setiap hari ke Polres atau ke Polsek setempat. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, kalau ada Debt Collector Hendaklah Masyarakat gerebeg tangkap (catatan: serah kan ke polisi / Polres atau Polsek terdekat. Oleha mereka tidak jauh bedanya dengan seperti para Begal,
Viralkan!!!. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghimbau dengan tegas kepada semua rakyat Indonesia, agar masyarakat tidak di Intimidasi dan Di Teror oleh yang namanya Mata elang atau Debt Collector. 

Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013. 
Mengatur bahwa syarat uang muka/DP Kendaraan Bermotor melalui Bank minimal adalah 25% utk roda  dua (2) dan 30% untuk Kendaraan roda 3 atau lebih untuk tujuan Nonproduktif serta 20% utk roda 3 atau lebih untuk keperluan Produktif. 

Adapun Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan yg melarang Leasing atau Perusaha'an pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. 

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan yg dikeluarkan Tanggal 7 Oktober 2012.

Menurut Undang-undang No 42 Tahun 1999, Fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Undang-undang 
Fidusia umumnya dimasukkan dalam Perjanjian kredit Kendaraan Bermotor. Kita sebagai debitur membayar biaya jaminan Fidusia tersebut.

Pihak Leasing wajib Mendaftarkan setiap Transaksi kredit di depan Notaris atas Perjanjian Fedusia ini", tegasnya. 
Oleh karena Perjanjian Fidusia ini melindungi aset konsumen, Leasing tdk bisa serta merta menarik Kendaraan yg gagal bayar karena dengan perjanjian Fidusia, alur yg seharusnya terjadi adalah pihak Leasing Melaporkan ke Pengadilan. 

Sehingga Kasus Anda akan disidangkan & Pengadilan akan mengeluarkan surat Keputusan untuk menyita kendaraan Anda dan Kendaraan Anda akan dilelang oleh Pengadilan & uang hasil Penjualan Kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan utk membayar utang kredit Anda ke Perusahaan Leasing, lalu uang sisanya akan diberikan Kepada Anda. 

Namun, jika kendaraan anda akan ditarik Leasing, mintalah surat Perjanjian Fidusia dan sebelum ada surat Fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda. Olehnya, jika mereka membawa sepucuk surat Fidusia (yang ternyata adalah PALSU) silakan anda bawa ke Hukum, Pihak Leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar.

Tindakan Leasing melalui Debt Collector atau Mata Elang yang mengambil secara Paksa Kendaraan dirumah, merupakan Tindak Pidana Pencurian. Tetapi, jika terjadi pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindakan Perampasan. Hal ini dapat terjerat dengan ancaman pidana Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2,3 & 4 junto.

( Rahmat/Red )