Menuai Sorotan Publik, Diduga Kades Bontoloe Komersilkan Asset Desa

Advertisement

Iklan


 

Menuai Sorotan Publik, Diduga Kades Bontoloe Komersilkan Asset Desa

Radar Nusantara News Celebes
Senin, Februari 05, 2024



RNNCelebes.com, Takalar

Sarana dan prasarana yang menjadi asset desa, dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat setempat. Namun, disisi lain sangat disayangkan, jika dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok kegiatan lainnya, diduga dikomersilkan oleh pemerintah desa, akhirnya menuai sorotan publik.

Salah satu asset desa, yakni sarana dan prasarana lapangan bagi warga masyarakat untuk kegiatan berolah raga dan lainnya. Akan tetapi disisi lain oleh pemerintah desa dinilai sepihak, tanpa musyawarah, digunakan untuk kegiatan lain, yakni kegiatan pasar malam, diduga dikomersilkan senilai 40 juta, yang syarat dinilai Pungutan liar (Pungli).

Hal ini terjadi beberapa waktu lalu, di Desa Bontoloe, tepatnya di Kecamatan Galesong Kota Kabupaten Takalar. Asset desa, sarana lapangan dimanfaatkan untuk kegiatan pembukaan pasar malam tanggal 18 Januari 2024 lalu dan masih berlangsung sampai saat ini, bagi warga desa, khususnya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan lainnya.

Pasalnya, Kepala desa (Kades) Bontoloe, H. Amir Guliling awalnya tidak memberikan jalan untuk izin kegiatan pasar malam dan lainnya. Namun, pada akhirnya kegiatan pasar malam, tetap diberikan izin dan berlangsung sampai saat ini, diduga komersialkan asset desa yang syarat Pungutan liar "Pungli".


Berdasarkan informasi warga setempat inisial JM yang kontroversi (Pro dan Kontra) keberadaan kegiatan pasar malam. Seorang warga desa inisial JM bersama warga lainnya, sebelumnya mengecam terkait keberadaan kegiatan pasar malam, Rabu 31/01/2024.

"Awalnya pak desa pesan untuk lapangan dijaga, khusus sarana berolah raga dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti belajar mobil, anak sekolah berkemah, tetapi bertolak belakang dengan pasar malam, malahan diberi jalan untuk mendapatkan izin", tutur seorang warga inisial JM.

Diketahui, warga inisial JM eks tokoh masyarakat mengungkapkan, bahwa pemerintah desa dinilai tidak konsisten terkait beberapa hal, khusus kegiatan  lapangan dipergunakan untuk berolah raga dan lainnya. "Kegiatan lainnya, seperti perkemahan anak sekolah tidak diperbolehkan untuk diberikan izin, tapi disisi lain kegiatan pasar malam, justru diberikan izin, diduga dikomersilkan senilai 40 juta", tutur warga inisial JM.

Selain itu, inisial JM bersama warga lainnya mengungkapkan, bahwa sejak menjadi kepala desa sampai saat ini belum pernah konsisten terkait beberapa hal yang sejak awal lantang di suarakan. Sehingga membuat sebagian warga menilai kepala desa tidak konsisten yang disuarakan sejak terpilih sebagai kepala desa.

Dirinya berharap perhatian pemerintah Desa Bontoloe merespon dengan baik dan memperhatikan segala aspirasi masyarakat desa yang sejak awal disuarakan untuk direalisasikan. Bahkan, sangat berharap adanya evaluasi untuk tidak bertindak sepihak dan senantiasa melibatkan tokoh masyarakat dalam suatu keputusan.

Sementara itu, Kades Bontoloe H. Amir Guliling yang dihubungi untuk dikonfirmasi terkait penggunaan asset desa dan juga beberapa hal yang dianggap perlu untuk diklarifikasi serta program kerja desa terkait penggunaan anggaran dana desa.

Sampai berita ini diturunkan untuk di publikasikan, pihak pemerintah Desa Bontoloe dan pengelolah kegiatan pasar malam belum juga dapat ditemui untuk mengklarifikasi terkait hal tersebut, Senin 05/02/2024.

( Rahmat )