Ada Apa? Menuai Sorotan Publik "Mari Kawal Sampai Tuntas" Pemilu 2024

Advertisement

Iklan


 

Ada Apa? Menuai Sorotan Publik "Mari Kawal Sampai Tuntas" Pemilu 2024

Radar Nusantara News
Sabtu, Februari 17, 2024


RNNCelebes.com, Makassar 

Maraknya isu di kalangan masyarakat, dalam penyelenggaraan Pemilihan umum (Pemilu) 2024, membuat masyarakat dari kalangan aktifis dan mahasiswa, angkat bicara. Dengan menuai sorotan publik atas dugaan kejanggalan dan kecurangan yang terjadi, baik diawal, sebelum dan sesudah pemungutan suara, maka mengajak "Mari Kawal Sampai Tuntas" Pemilu 2024.

Dugaan kejanggalan dan kecurangan terjadi secara Terstruktur, Massif dan Sistematis (TMS) oleh salah satu Pasangan calon (Paslon) sebagai peserta Pemilu 2024. Hal ini dinilai oleh masyarakat, khususnya kalangan akademisi, aktifis dan mahasiswa sebagai isu buruk yang benar-benar mencederai demokrasi dan tatanan hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara di negara Republik Indonesia ini.

Pemilu 2024 ini, khususnya dimasa tenang dan sampai pemungutan suara, rekapitulasi, hingga akhir penetapan hasil suara, sangatlah krusial untuk menentukan, berhasil atau tidaknya Pemilu 2024 ini. Oleh karena begitu maraknya isu di masyarakat, maka ujian dalam seluruh tahapan penyelenggaraan, baik dimulai dari perencanaan hingga penetapan hasil suara pemilu nantinya dapat dipantau dengan baik dan seksama serta dikawal sampai tuntas.

Komitmen yang dibangun oleh semua pihak elemen masyarakat dari segala aspek di Pemilu 2024, dalam menjaga secara kesinambungan Jujur, Adil (Jurdil) dan Bermartabat serta berintegritas, sangatlah riskan terjadi, sesuai pribahasa, "Bagaikan Panggang/Tungku yang jauh dari Api".


Seorang aktifis yang juga dikenal pengurus salah satu Organisasi kemasyarakatan (Ormas) KIN Projamin Muhlis, SH., selaku Ketua Koordinator Nasional (Kornas) angkat bicara memberikan tanggapan terkait isu maraknya dugaan kejanggalan dan kecurangan di Pemilu 2024, Jumat 16/2/2024.

Menurutnya, hal ini merupakan isu yang bukan lagi menjadi rahasia publik dan sudah menjadi budaya di masyarakat disetiap Pemilu. Namun, dimana hal ini jauh sebelum dimasa reformasi tahun 1998, saat ini demokrasi sangatlah terpuruk dan merosot. Sampai saat ini, tibalah Pemilu seperti Politik Uang (Money Politic), Pengelembungan Suara sampai Hilangnya Hak Suara dan lain-lain sampai saat ini, diduga kuat masih juga terjadi.

Namun, dalam sisi berpolitik dimasa Pemilu 2014, oleh masyarakat dari kalangan aktifis menyoroti adanya isu dugaan kejanggalan dan kecurangan yang merupakan budaya berpolitik yang tidak sehat dan tidak bermartabat serta tidak berintegritas. Olehnya itu, sangatlah tidak dibenarkan, karena tidak sesuai etika hidup berbangsa dan bernegara serta sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan KPU.

“Saya kira banyak hal yang perlu kita bersama awasi saat ini, terutama tentang pembagian sembako, kenetralan aparatur negara, dan lain-lain. Hal inilah yang perlu kita awasi, agar Pemilu kita Jurdil dan bermartabat", imbuhnya.
Lebih lanjut, Muhlis, SH., menanggapi dan sekaligus mengajak, mari bersama-sama, khususnya masyarakat untuk bersama-sama memantau dan mengawal kotak suara sampai tuntas pada penetapan hasil Pemilu 2024.

Ketua Kornas Ormas KIN Projamin juga menyampaikan kepada pihak penyelenggara di tingkat bawah, sampai tingkat atas, KPU dan Bawaslu untuk ke depan akan semakin baik dan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi perbaikan, khususnya sistem pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu sesuai UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu yang banyak mendapatkan kritikan oleh masyarakat. 

“Saya kira, kami sangat berharap untuk  melakukan pengawasan dan MoU yang ditanda tangani sejak awal, saat jelang Pemilu 2024 semakin lebih baik dan berkomitmen. Jika ada evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan ke depan, maka dilakukan saat ini. Diharapkan setelah evaluasi berbagai hal, khususnya dasar atas UU No. 7 tahun 2017, yang terus menjadi potensi kritik", harap Muhlis, SH., selaku Ketua Ormas KIN Projamin mewakili bersama sejumlah kalangan aktifis.

( Rahmat )