Kapal Nelayan di Makassar Hilang, 1 Orang dalam Pencarian

Advertisement

Iklan


 

Kapal Nelayan di Makassar Hilang, 1 Orang dalam Pencarian

RADAR NUSANTARA NEWS
Rabu, Januari 17, 2024



RNN Celebes/Makasar

Kapal nelayan yang memuat tiga orang dinyatakan hilang di sekitar Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dua orang diantaranya berhasil diselamatkan, yaitu Dg Bunga, 50 dan Syahrul, 30. Sementara seorang lainnya, Abdul, 30 dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.


Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel mengatakan, tim rescue pertama diberangkatkan dan telah melakukan pencarian dengan menggunakan RBB (Rigid Bouyancy Boats) milik Basarnas melalui jalur pelabuhan rakyat Paotere, dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.


"Tapi kemarin, cuaca dan ombak yang kurang bersahabat, pencarian masih nihil,. Dan hari ini, pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan menggunakan RBB, selain itu jika kondisi memungkinkan maka akan dilakukan penyelaman oleh tim penyelam di lokasi sekitar kejadian," kata Mexianus, Selasa, 16 Januari 2024.


Dalam pencarian korban, Tim SAR melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, untuk melakukan pencarian warga Jalan Rajawali, Kelurahan Pannambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar yang masih hilang itu.

"Pencarian korban masih kita lanjutkan hari ini. Mudah-mudahan ombak tidak terlalu kencang sehingga memudahkan pencarian," kata Kepala Dinas Damkar Hasanuddin saat dikonfirmasi, Selasa.


Kondisi cuaca ekstrem masih menjadi kendala Tim SAR di lapangan. Begitu pun dengan air aut yang keruh sehingga menghalangi jarak pandang.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menurunkan kurang lebih 15 personel melakukan pencarian dan evakuasi korban kapal terbalik di Kawasan CPI. Selain menurunkan perahu karet, drone robot bawah laut atau Remotely Operated Vehicle (ROV) juga ikut dikerahkan BPBD Makassar.


Drone ini dikendalikan menggunakan remote control melakukan penyelamatan di bawah laut yang mampu menyelam di kedalaman 200 meter. "Hari ini kita masih cari di seputaran titik lokasi terbaliknya kapal. Kita

lakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk menurunkan ROV," ujar Achmad Hendra Hakamuddin. MI/Lina Herlina